Breaking News

Teluk Kelabat di Ambang Kehancuran: Nelayan Desak Kapolda dan Gubernur Tindak Tegas Cukong Tambang



BANGKA BARAT
– Krisis ekologis di perairan Teluk Kelabat, Bangka Barat, kini memasuki titik nadir. Aktivitas tambang timah rajuk ilegal yang semakin masif tidak hanya menghancurkan terumbu karang, tetapi juga memicu kemarahan masyarakat pesisir dan nelayan yang kian terjepit secara ekonomi.

Di tengah laut yang semakin keruh, para nelayan lokal menyuarakan kegelisahan mereka. Mereka menaruh harapan besar kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dirpolairud Polda Babel, dan Polres Bangka Barat untuk tidak lagi melakukan penertiban yang bersifat seremonial semata.

"Kami minta Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda melihat langsung ke bawah. Jangan hanya pekerja kecil yang ditertibkan, tapi tangkap cukong-cukong besar di balik modal tambang ilegal ini. Mereka yang kaya raya, kami nelayan yang menanggung lumpurnya," ujar salah satu perwakilan nelayan Teluk Kelabat.

Masyarakat mendesak adanya tindakan serius berupa:

Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Menindak penyandang dana (cukong) dan kolektor timah ilegal.


Patroli Rutin Dirpolairud: Kehadiran aparat secara konsisten di titik rawan untuk memastikan tidak ada aktivitas tambang di zona tangkap nelayan.


Ketegasan Pemerintah Daerah: Gubernur diharapkan segera mengevaluasi tata ruang laut dan menutup celah bagi aktivitas tambang di wilayah konservasi.


Dampak Nyata: "Padang Pasir" di Bawah Laut

Aktivitas tambang rajuk bekerja dengan menyedot lapisan dasar laut secara agresif. Dampak lingkungan yang terpantau meliputi:

Sedimentasi Masif: Limbah tailing menyebabkan air sangat keruh, menutupi polip karang hingga mati karena gagal berfotosintesis.



Hancurnya Habitat Mangrove: Endapan lumpur menimbun akar mangrove yang merupakan benteng alami abrasi.


Hilangnya Area Pemijahan: Teluk Kelabat kini mengalami degradasi kualitas air (oksigen rendah), menyebabkan ikan dan udang menghilang.


Data Kerusakan Lingkungan

Parameter Dampak kondisi Saat Ini dampak Jangka Panjang kekeruhan Air meningkat hingga 80%Kepunahan lokal spesies ikan Karang dasar Laut lubang-lubang besar (kolong)Perubahan arus & abrasi pantai Parah logam Berat risiko peningkatan kadar logam Bioakumulasi racun pada hasil laut

"Ini adalah pembunuhan ekologis. Kita tidak hanya kehilangan timah, tapi kita kehilangan masa depan ekosistem yang merupakan paru-paru laut Bangka Barat," tegas seorang aktivis lingkungan.


Langkah Mendesak yang Diperlukan

Para ahli dan masyarakat menyarankan tindakan segera:

Operasi Gabungan Skala Besar: Melibatkan TNI-AL, Polairud, dan Satpol PP untuk penghentian total aktivitas di zona sensitif.


Audit Lingkungan & Sosial: Menghitung kerugian nelayan untuk dijadikan dasar tuntutan hukum bagi para pelaku.


Rehabilitasi Pesisir: Penanaman kembali mangrove secara masif setelah area benar-benar bersih dari tambang.


Peringatan: Kerusakan lingkungan pesisir seringkali bersifat reversibel (tidak dapat kembali). Jika tindakan serius tidak segera diambil oleh Gubernur dan jajaran Polda Babel, Teluk Kelabat hanya akan tinggal sejarah bagi generasi mendatang

(Agus)

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - LINTAS BABEL NEWS | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION