Tempilang, Bangka Barat — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat kembali menggunakan instrumen operasi pasar murah untuk menahan laju tekanan harga bahan pokok menjelang perayaan adat Sedekah Ruah Tempilang. Kegiatan yang digelar Selasa (3/2/2026) di Lapangan Kantor Kecamatan Tempilang itu menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang dijalankan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (DKUP).
Momentum pelaksanaan dipilih pada fase paling sensitif dalam siklus konsumsi masyarakat. Beberapa hari menjelang Sedekah Ruah, permintaan bahan pangan cenderung meningkat. Pada kondisi seperti ini, pasar kerap bereaksi cepat dengan harga naik lebih dulu, sementara pasokan menyusul belakangan.
Operasi pasar murah tersebut ditinjau langsung oleh Asisten II Bupati Bangka Barat, Drs. Heru Warsito, bersama Kepala DKUP Bangka Barat Miwani, SE, dan Kepala Bidang Perdagangan Havita Anggasari. Kehadiran jajaran ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda insidental, melainkan bagian dari kebijakan struktural pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Pemerintah daerah menempatkan operasi pasar sebagai alat koreksi ketika mekanisme pasar mulai bergerak di luar kendali, terutama pada komoditas strategis yang memiliki dampak langsung terhadap inflasi daerah.
Komoditas yang dijual dalam operasi pasar ini mencakup beras SPHP dan premium, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, bawang merah dan putih, cabai, kentang, hingga ayam merah. Daftar tersebut bukan kebetulan. Seluruhnya merupakan komoditas dengan volatilitas harga tinggi dan kontribusi signifikan terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK).
Melalui keterlibatan distributor dan vendor resmi, DKUP berupaya memotong mata rantai distribusi yang selama ini memperpanjang jalur harga dari hulu ke konsumen.
Di antara antrean warga, Sanah (62), seorang warga Tempilang, menyebut operasi pasar ini memberi ruang bernapas di tengah kenaikan harga yang kerap tak terduga.
“Kalau beli di luar, kadang kami harus mikir ulang. Di sini harganya masih masuk akal. Kalau bisa, sebulan sekali,” ujarnya.
Bagi warga seperti Sanah, inflasi bukan konsep statistik. Ia hadir sebagai keputusan harian untuk membeli sekarang atau menunda, merayakan tradisi atau menekan pengeluaran. Operasi pasar murah, dalam konteks ini, berfungsi sebagai penyangga sementara.
Camat Tempilang, Rusian, S.K.M., M.H., menilai operasi pasar murah sebagai bentuk kehadiran negara pada ruang paling konkret dalam kehidupan masyarakat: kebutuhan pokok.
“Sedekah Ruah adalah tradisi yang melekat. Pemerintah harus memastikan tradisi ini tidak berubah menjadi tekanan ekonomi bagi masyarakat,” kata Rusian.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga menjadi indikator bahwa kebijakan stabilisasi harga masih relevan dan dibutuhkan, terutama di wilayah dengan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Asisten II Bupati Bangka Barat, Drs. Heru Warsito, menyebut operasi pasar sebagai langkah preventif dalam menghadapi inflasi musiman.
“Pemerintah daerah harus hadir sebelum harga bergerak terlalu jauh. Operasi pasar ini adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan operasi pasar tidak sekadar sebagai kegiatan sosial, tetapi sebagai instrumen kebijakan ekonomi daerah yang bersifat antisipatif.
Melalui operasi pasar murah di Tempilang, DKUP Bangka Barat memposisikan diri sebagai fasilitator sekaligus penyangga ekonomi masyarakat. Pendekatan yang digunakan cenderung teknokratis dalam intervensi terbatas, sasaran jelas dan waktu yang terukur.
Kegiatan berlangsung tertib, aman dan terkendali dengan dukungan aparat kecamatan, Satpol PP, serta unsur TNI. Tidak ada gangguan distribusi maupun lonjakan permintaan yang berlebihan selama kegiatan berlangsung.
Di Tempilang, inflasi tidak dibaca lewat tabel dan grafik. Ia terasa di daftar belanja dan kecemasan menjelang hari besar adat. Operasi pasar murah menjadi upaya pemerintah daerah untuk memperpendek jarak antara kebijakan dan kenyataan lapangan.
Dalam konteks itu, kehadiran DKUP Bangka Barat menjelang Sedekah Ruah bukan semata soal harga yang lebih rendah, melainkan tentang memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi pusat kebijakan.
(belva)


Social Header