MENTOK, BANGKA BARAT - Rumah tahanan biasanya identik dengan tembok tinggi, pengamanan ketat dan ruang tertutup bagi warga binaan. Namun pemandangan berbeda justru terlihat di Rutan Kelas IIB Mentok, Bangka Barat.
Di tempat yang selama ini lekat dengan stigma negatif itu, masyarakat kini bisa datang berobat menggunakan BPJS Kesehatan.
Rabu (20/5/2026), halaman Rutan Kelas IIB Mentok dipenuhi warga yang mengikuti kegiatan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama antara Rutan Mentok dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat.
Warga dari berbagai usia terlihat antre memeriksakan kesehatan mereka. Ada ibu rumah tangga, lansia, hingga pekerja harian yang datang membawa kartu BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Ferly, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang menekankan agar pemasyarakatan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Semangat kami bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan, tetapi bagaimana keberadaan Rutan Mentok benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ujar Ferly.
Di tengah masih sulitnya sebagian masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang dekat dan terjangkau, Rutan Mentok justru menghadirkan inovasi yang tidak biasa.
Melalui Klinik Pratama Armelia, Rutan Mentok kini menjadi satu-satunya lapas dan rutan di Bangka Belitung yang memiliki klinik terakreditasi sekaligus terkapitasi BPJS Kesehatan.
Artinya, masyarakat umum kini bisa berobat menggunakan BPJS langsung di lingkungan rutan.
Langkah tersebut menjadi terobosan besar dalam dunia pemasyarakatan daerah. Sebab selama ini fasilitas kesehatan di lingkungan lapas dan rutan umumnya hanya diperuntukkan bagi warga binaan.
Namun di Mentok, fungsi pemasyarakatan perlahan diperluas menjadi ruang pelayanan sosial masyarakat.
“Sekarang masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi ke rumah sakit besar. Klinik kami sudah memiliki dua dokter umum, satu dokter gigi, tenaga kefarmasian, dan fasilitas kesehatan yang memadai,” jelas Ferly.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan gratis, warga yang datang menggunakan BPJS di Klinik Pratama Armelia juga mendapatkan bahan makanan sehat gratis.
Suasana kegiatan pun terasa hangat dan penuh kedekatan. Warga terlihat santai berbincang dengan petugas kesehatan dan pegawai rutan. Tidak sedikit yang mengaku baru mengetahui bahwa klinik di lingkungan rutan kini terbuka untuk masyarakat umum.
Bagi sebagian warga kecil, keberadaan Klinik Pratama Armelia menjadi angin segar di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.
Sebab selama ini, berobat ke rumah sakit sering kali berarti ongkos tambahan, antrean panjang, hingga kehilangan waktu bekerja.
Karena itu, pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan bisa diakses menggunakan BPJS menjadi bantuan nyata bagi masyarakat.
Ferly mengatakan perubahan wajah pemasyarakatan memang harus dimulai dari keberanian menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung rakyat.
Menurutnya, pemasyarakatan modern tidak lagi hanya berbicara tentang pembinaan warga binaan, tetapi juga tentang bagaimana institusi negara hadir membantu persoalan sosial masyarakat.
“Pemasyarakatan harus hadir sebagai bagian dari solusi sosial masyarakat,” katanya.
Keberhasilan pengembangan Klinik Pratama Armelia juga tidak lepas dari dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, BPJS Kesehatan, serta jajaran Puskesmas yang selama ini aktif membantu pelayanan kesehatan di lingkungan Rutan Mentok.
Ke depan, Klinik Pratama Armelia juga akan menjalankan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) berupa senam kesehatan rutin mingguan, pemeriksaan kesehatan berkala dan pembagian makanan sehat gratis bagi masyarakat.
Program itu disiapkan sebagai bentuk komitmen jangka panjang Rutan Mentok dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Apa yang dilakukan Rutan Kelas IIB Mentok hari ini menjadi gambaran bahwa lembaga pemasyarakatan tidak selalu identik dengan ruang hukuman semata.
Di balik pagar besi dan tembok tinggi, Rutan Mentok justru sedang membangun wajah baru pemasyarakatan lebih terbuka, lebih peduli dan lebih manusiawi.
Bagi masyarakat yang datang berobat hari itu, Klinik Pratama Armelia bukan sekadar fasilitas kesehatan.
Ia menjadi tanda bahwa negara masih berusaha hadir lebih dekat untuk rakyat kecil.


Social Header